Assalamu'laikum Wr.Wb.---> Welcome To My Blog,,Buku Tamunya Diisi yah,,,:)
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Sikembar Untuk Persahabatan

SIKEMBAR UNTUK PERSAHABATAN

“Malam kelam yang indah...!”
“Hei bintang-bintang berilah kepastian padaku...!”
“duh...Aku nggak bisa tidur...”
“Berapa yah... NEM aku besok?”

“kakak ini kenapa sich, Ngomong Sendiri aja kayak setrikaan lagi.”

Huft adkikku Noni memperhatikan gerak-gerikku yang nggak karuan.

“kamu diam aja dek, Kakak galau nich sama nilai NEM kakak.”

Malam itu aku berusaha memejamkan mata, Mematikan lampu kamar dan mulai menghayal dalam mimpi.
Shubuh telah tiba, Aku Bangun dari tempat tidur sambil memutar-mutar leherku yang sedikit pegal dan segera melaksanakan perintah di Shubuh hari.
Aku bergegas untuk mandi dan berkemas ke sekolah, Karena hari ini STTB diserahkan sekolah.Hari itu adalah hari terakhirku di SMP dan SMA pun menanti kehadiranku.
Setelah selembar kertas itu aku terima, Aku memperhatikan dengan seksama angka yang tertera pada table.

Bayangan Gelap ketika Listrik Padam

Di sebuah rumah sederhana di sebuah desa, Sebuah lentera berbahan bakar minyak tanah yang dikenal dengan nama "Lamupu togok" oleh masyarakat Minangkabau Sumbar, Sedang menerangi ruangan dapur. Di dapur yang sempit itu, Ada seorang Ibu (28Tahun) bersama anak gadisnya (5Tahun).Si Ibu Sedang Memasak Air untuk membuat secangkir kopi karena suhu begitu dingin dan gadis kecil itu terus berdiri di samping Si ibu dan sesekali dia melihat sesuatu yang aneh di belakangnya.Si anak tersebut masih menyisakan tanda tanya dibenaknya, Makhluk apa yang sedang bergerak-gerak dibelakangnya.Si anak kembali menengok ke belakang, Sesuatu yang menakutkan itu begitu tinggi dan gelap.Beberapa kali dia menengok ke belakang berharap makhluk itu pergi namun gadis kecil itu semakin takut saat makhluk itu semakin tinggi dari ukurannya saat Si ibu berjalan ke arah pintu.Si anak itu pun memeluk ibunya dan menangis ketakutan seraya mengarahkan telunjuknya ke dinding.

"Ibu,,,,,hantu,,,,,"

"Hantu??, Kamu sedang liat apa nak?"

"Itu bu, Di belakangku....,dari tadi bergerak-gerak."

Sweety & Sweeto


Sweety & Sweeto

Kamu selalu  tersenyum manis, ramah dan begitu mempesona, bahkan aku sudah mengetahui banyak mengenai iner beauty yang ada pada dirimu,

“Hei  Nia,apa kabar?, Aku kangen nih, Kamu kangen juga nggak?”.

Jantungku berdetak kencang  begitu mendengar sapaannya, Jangankan menanyakan kabar, ngobrol aja jarang, Karena kedekatanku sama dia hanya teman.Entah angin darimana yang membawa perhatiannya tiba-tiba. Aku menjawab pertanyaannya dengan masih tidak percaya atas perubahan yang jauh berbeda sejak aku kenal dia.Ku coba raih tangannya dan inginku genggam erat, Tapi senyumnya hilang seketika , yang ada hanyalah tatapan kosong .Entah apa yang ada dalam dirinya.Kucoba lagi merangkulnya ke dalam pelukanku, Tapi sosok tubuh yang tegap menjadi rapuh, hancur berserakan.

“Adit…!, Adit…! Jangan pergi lagi, Kumohon jangan…!
“ufh, Hanya mimpi, Benarkah kali ini mimpi lagi?”


Kerapuhan Gadis Tegar


KERAPUHAN GADIS TEGAR
***
...”Aku adalah aku”, Itulah trademark seorang gadis bernama stevi.Seandainya Stevi seperti Chairil Anwar yang karyanya dibaca orang banyak, tentu dia sedikit bangga dan bahagia,paling tidak pembaca mengetahui maksud yang tersirat lewat lirik puisinya dan memahami suasana hati Stevi.
Entahlah, kenapa dia membicarakan seorang chairil Anwar.
...”Oh, Maafkan aku Sang Chairil Anwar, namamu kupakai dalam lamunanku”.
Akhirnya Stevi tersentak juga dari lamunannya.
”Yang terpenting aku akan lakukan semampuku meski tidak banyak yang bisa aku lakukan”, 
Stevi berkata optimis.
Malam semakin larut, Tiga puluh detik lagi akan terjadi pergantian tanggal dan hari.Sepanjang malam itu, Dia terus merenungi perjalanan hiudupnya sekarang dan kelak.Jendela kamarnya dibiarkan terbuka sehingga dia meraskan semilir angin malam.Terpaan angin malam mengunci erat pintu hatinya.Gadis bernama Stevi itu beranjak dari duduknya dan mendekati jendela.Di luar sana kegelapan diterangi dengan satu cahaya.Stevi sedang menunggu Sahabat Hati dan menceritakan perihal Satu Cahaya.